HARI PEMBALASAN


Tiap manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing. Seorang sahabat tidak akan menanyakan sahabatnya, dan antara sanak saudara tidak akan saling mempedulikan. Urusan pada hari itu sudah sangat berat bagi masing-masing orang.

Seluruh manusia akan digiring berbaris menuju kawah Jahanam yang melontarkan bunga-bunga api setinggi istana, dan diliputi angin yang membakar serta asap hitam. Mereka berlutut di sekelilingnya menunggu dipanggil untuk menerima buku perhitungannya.

Sebagian manusia akan menerima buku perhitungannya di tangan kanan, dan sebagian yang lain akan menerima buku perhitungannya di tangan kiri atau dari belakang punggungnya.

Mereka yang diberi buku perhitungan di tangan kanan adalah orang-orang yang percaya dan berwaspada, yang sejak di dunia sudah menyangka akan adanya perhitungan ini. Mereka mendapatkan penghitungan yang mudah dan kembali kepada keluarga mereka dengan gembira. Mereka diselamatkan dari tempat itu untuk menuju kebun-kebun yang tinggi.

Mereka yang diberi buku perhitungan di tangan kiri atau dari belakang punggungnya dulu yakin bahwa kematian akan menamatkan segalanya, dan tidak menyangka bahwa Hari Perhitungan ini akan benar-benar ada.

Mereka didera penyesalan setelah melihat siksaan di hadapan mereka. Bagi mereka itu adalah hari pembuktian kesialan mereka, karena siksaan yang ketika di dunia mereka jadikan bahan olok-olok akhirnya benar-benar mereka temui.

Belenggu yang diikat rantai dipasangkan pada leher mereka, lalu mereka diseret pada muka mereka ke dalam air yang mendidih. Di dalamnya mereka dibakar dengan api yang panasnya naik sampai ke jantung, dan dikucurkan dengan air yang mengelupaskan kulit kepala. Setiap kali kulit mereka hangus, Tuhan menumbuhkan kembali kulit baru supaya mereka terus merasakan pedihnya siksaan itu.

Kehidupan mereka dinaungi oleh penjaga-penjaga yang bengis, dan siksaan cambuk besi. Kawah penyiksaan dipenuhi dengan suara erangan dan keluhan. Mereka memohon agar siksaan diringankan barang sehari, atau kalau bisa mereka dibinasakan saja. Namun permohonan mereka pada waktu itu hanya akan dianggap angin lalu. Siksaan mereka tidak akan diringankan barang sehari pun, dan mereka akan dibiarkan terus hidup untuk menjalaninya.

Golongan kawah api tidak mendapatkan apapun yang bisa diminum kecuali air mendidih yang memotong usus, dan nanah. Tidak mendapatkan apapun yang bisa dimakan selain pohon berduri yang tidak menghilangkan lapar, dan pohon Zaqum yang mayangnya seperti kepala-kepala setan.

Itulah akhir nasib mereka yang ketika di dunia menyombongkan diri terhadap ayat-ayat Tuhan, memperolok-olok utusan-Nya, dan mendustakan Hari Akhir. Mereka kekal di dalamnya dan tidak sekali-kali akan dikeluarkan.

Di lain pihak, golongan yang akan memasuki kebun kenikmatan bersuka cita. Mereka disambut oleh ucapan selamat dari para malaikat.

Kebun kenikmatan yang disediakan untuk orang-orang yang berwaspada tersebut luasnya seluas langit dan bumi. Keadaannya teduh, tidak ada terik matahari dan tidak ada pula dingin yang menusuk.

Dipenuhi dengan mata air-mata air, kebun-kebun anggur, dan pohon buah-buahan yang tandannya rendah sehingga mudah dipetik. Sungai-sungai mengalir di bawahnya.

Penghuninya disediakan istana-istana dengan kamar-kamar yang tinggi. Mereka berpakaian sutera hijau dan diperhiaskan dengan emas dan mutiara.

Kepada mereka disajikan apa-apa yang mereka inginkan: daging burung, buah-buahan, dan minuman-minuman yang bersih di dalam bejana-bejana perak dan piala-piala kristal.

Di dalam kebun kenikmatan itu mereka dipasangkan dengan gadis-gadis pingitan bermata lebar dan berbuah dada penuh yang tidak pernah dijamah oleh manusia ataupun oleh jin sebelumnya. Cantik jelita bagaikan yakut dan marjan.

Para penghuni kebun kenikmatan menjalani kebahagiaan mereka tanpa ada mengenal lelah. Bercengkerama berhadap-hadapan di atas sofa yang dianyam, dan bantal-bantal sandaran. Anak-anak abadi berkeliling di sekitar mereka laksana mutiara yang bertaburan.

Perasaan dendam dicabut dari dalam hati mereka, dan mereka satu sama lain merasa seperti bersaudara. Di dalamnya hanya ada kedamaian yang kekal, tidak ada terdengar dusta atau ucapan sia-sia.

Itulah akhir nasib mereka yang di dalam kehidupan dunia beriman, berwaspada, serta mengerjakan kebaikan. Tuhan puas terhadap mereka, dan mereka pun merasa puas kepada Tuhan.

bagaimana balasan terhadap orang-orang yang sholih?

bagaiman balasan terhadap orang-orang yang amalnya sedikit?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s